JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepada Rosianna Silalahi, pendiri startup investasi, Raymond Chin mengatakan pernah ditawari uang sekitar 6 hingga 8 miliar untuk menjadi influencer pada kepentingan tertentu. Namun, ia menolak tawaran itu.
Kala itu, Raymond diminta untuk menjadi influencer utamanya dan mengajak content creator lain untuk memunculkan topik tertentu dan menyembunyikan fakta-fakta yang ada.
"I nggak pernah mau kalau dikasih titipan yang membelokkan data dan fakta," katanya.
"Nggak mau kalau ditawari 1 miliar, 2 miliar? Hari gini, Raymond..," tanya Rosi.
"I dont live for money. Ada beberapa batas-batas nilai-nilai pribadi yang mau dengan uang sebanyak apa pun, udah bukan masalah uang lagi. Tapi itu bikin aku nggak tenang. Paling gede pernah ditawari (uang) antara 6-8 miliar untuk 6 bulan," katanya.
Raymond Chin menyebut ada banyak influencer yang bisa dipakai untuk menyuarakan kepentingan tertentu. Menurutnya, dulu orang-orang ini dibayar tunai. Namun, sekarang dibayar dengan jabatan.
"Im not against that strategy. Strategi itu bukan hal yang buruk. [...] Apa yang terjadi kalau orang-orang ini dititipkan tanpa boundaries ethics Yang penting bikin rame aja," katanya.
Di sisi lain, Raymond juga melihat banyak warga Indonesia yang pendidikannya masih relatif rendah, sehingga kebijakan yang ramai malah dianggap sebagai kebenaran. Hal ini akan berbeda ketika seseorang mengenyam pendidikan tinggi.
"Kalau pendidikan tinggi, bukan melihat siapa yang paling rame, tapi siapa yang paling logis. Nah, sekarang yang paling rame dianggap benar. Nah itu dipergunakan. Itu jeleknya. Itu versi buruknya kalau influencer itu terlibat," ungkap Raymond.
Raymond Chin menegaskan dirinya tidak akan menjadikan platformnya yang diikuti 2,6 juta orang itu untuk menyuarakan sesuatu tanpa sesuai fakta.
"Yes, itu udah pasti," katanya kepada Rosianna Silalahi di Program ROSI.
Saksikan di sini: https://youtu.be/Ho-FAsYVB-s
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/583527/raymond-chin-ngaku-pernah-ditawari-uang-6-8-miliar-untuk-ini-rosi
Kala itu, Raymond diminta untuk menjadi influencer utamanya dan mengajak content creator lain untuk memunculkan topik tertentu dan menyembunyikan fakta-fakta yang ada.
"I nggak pernah mau kalau dikasih titipan yang membelokkan data dan fakta," katanya.
"Nggak mau kalau ditawari 1 miliar, 2 miliar? Hari gini, Raymond..," tanya Rosi.
"I dont live for money. Ada beberapa batas-batas nilai-nilai pribadi yang mau dengan uang sebanyak apa pun, udah bukan masalah uang lagi. Tapi itu bikin aku nggak tenang. Paling gede pernah ditawari (uang) antara 6-8 miliar untuk 6 bulan," katanya.
Raymond Chin menyebut ada banyak influencer yang bisa dipakai untuk menyuarakan kepentingan tertentu. Menurutnya, dulu orang-orang ini dibayar tunai. Namun, sekarang dibayar dengan jabatan.
"Im not against that strategy. Strategi itu bukan hal yang buruk. [...] Apa yang terjadi kalau orang-orang ini dititipkan tanpa boundaries ethics Yang penting bikin rame aja," katanya.
Di sisi lain, Raymond juga melihat banyak warga Indonesia yang pendidikannya masih relatif rendah, sehingga kebijakan yang ramai malah dianggap sebagai kebenaran. Hal ini akan berbeda ketika seseorang mengenyam pendidikan tinggi.
"Kalau pendidikan tinggi, bukan melihat siapa yang paling rame, tapi siapa yang paling logis. Nah, sekarang yang paling rame dianggap benar. Nah itu dipergunakan. Itu jeleknya. Itu versi buruknya kalau influencer itu terlibat," ungkap Raymond.
Raymond Chin menegaskan dirinya tidak akan menjadikan platformnya yang diikuti 2,6 juta orang itu untuk menyuarakan sesuatu tanpa sesuai fakta.
"Yes, itu udah pasti," katanya kepada Rosianna Silalahi di Program ROSI.
Saksikan di sini: https://youtu.be/Ho-FAsYVB-s
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/583527/raymond-chin-ngaku-pernah-ditawari-uang-6-8-miliar-untuk-ini-rosi
Kategori
🗞
Berita