• kemarin dulu
GORONTALO, KOMPAS.TV - Warga di Gorontalo memiliki tradisi unik saat bulan ramadan akan berakhir, warga menyalakan obor atau lampu minyak. Warga menamakan sebagai tradisi tumbilotohe atau biasa dikenal malam pasang lampu.

Warga menyalakan lampu botol tradisional di setiap gerbang atau halaman rumah. Tradisi Tumbilotohe ini digelar tiga hari jelang Idul Fitri yang menandakan bulan ramadan akan segera berakhir. Mulai dari rumah, jalan hingga lapangan akan diterangi dengan lampu-lampu botol tradisional yang sekaligus jadi daya tarik pengunjung.

Tradisi ini telah dilakukan sejak abad ke 15 ketika warga masih menggunakan lampu, dan tradisi ini konon dilakukan untuk menerangi jalan bagi warga yang hendak ke masjid pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, tradisi tumbilotohe ini pun telah menjadi tradisi turun temurun di Gorontalo.

Tak hanya diramaikan dengan hiasan lampu, malam tumbilotohe ini juga disemarakkan dengan pawai obor dan karnaval, yang diikuti semua kalangan masyarakat.

Salah satu warga pun mengaku sangat bersyukur bisa kembali merasakan suasana adat yang kental dan bisa mengenang masa lalu sebelum era globalisasi saat ini.

Baca Juga Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idulfitri Sore Ini: Ada 33 Titik Pantauan Hilal di https://www.kompas.tv/nasional/583861/kemenag-gelar-sidang-isbat-penentuan-idulfitri-sore-ini-ada-33-titik-pantauan-hilal

Untuk menjaga agar tradisi ini terus terjaga, Pemerintah Kota Gorontalo menyelenggarakan lomba tumbilotohe antar kampung dan kecamatan, sekaligus menumbuhkan kebersamaan antar warga.

Selain itu Wali Kota Gorontalo berharap, tradisi tumbilotohe yang telah menjadi warisan leluhur, harus dilestarikan meski di tengah era globalisasi.



#tradisi

#tumbilotohe

#gorontalo

#ramadan

#idulfitri





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/583866/tradisi-tumbilotohe-di-gorontalo-sebagai-tanda-akan-berakhirnya-ramadan

Dianjurkan