KOMPAS.TV - Usai Idulfitri, harga sejumlah komoditas bumbu dapur di Kota Ambon, Maluku, masih bertahan di level tinggi.
Kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil, terutama sentra pertanian di luar daerah.
Pantauan di Pasar Tradisional Mardika, beberapa harga bumbu dapur mengalami lonjakan signifikan.
Harga cabai rawit misalnya, naik dari Rp90.000 menjadi Rp120.000 per kilogram. Cabai keriting kini dijual Rp80.000 per kilogram dari sebelumnya Rp50.000.
Sementara harga bawang merah dan bawang putih melonjak dari Rp29.000 menjadi Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Tomat pun ikut naik dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Menurut pedagang, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak menjelang Lebaran dan belum menunjukkan penurunan hingga kini.
Selain pasokan yang terbatas, harga pengambilan dari pemasok pun masih tinggi.
Tingginya harga membuat para pembeli mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dapur.
Mereka hanya bisa pasrah, sambil berharap adanya solusi dari pemerintah daerah.
Pedagang dan pembeli sama-sama berharap agar pemerintah dapat segera mengontrol pasokan, sehingga harga-harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dan terjangkau.
#ambon #bumbu
Baca Juga Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik, Apa Dampaknya Bagi Indonesia? Berikut Fakta-Faktanya di https://www.kompas.tv/ekonomi/584774/trump-berlakukan-tarif-timbal-balik-apa-dampaknya-bagi-indonesia-berikut-fakta-faktanya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/584776/pasca-lebaran-harga-bumbu-dapur-di-ambon-masih-tinggi-akibat-minimnya-pasokan
Kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil, terutama sentra pertanian di luar daerah.
Pantauan di Pasar Tradisional Mardika, beberapa harga bumbu dapur mengalami lonjakan signifikan.
Harga cabai rawit misalnya, naik dari Rp90.000 menjadi Rp120.000 per kilogram. Cabai keriting kini dijual Rp80.000 per kilogram dari sebelumnya Rp50.000.
Sementara harga bawang merah dan bawang putih melonjak dari Rp29.000 menjadi Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Tomat pun ikut naik dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Menurut pedagang, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak menjelang Lebaran dan belum menunjukkan penurunan hingga kini.
Selain pasokan yang terbatas, harga pengambilan dari pemasok pun masih tinggi.
Tingginya harga membuat para pembeli mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dapur.
Mereka hanya bisa pasrah, sambil berharap adanya solusi dari pemerintah daerah.
Pedagang dan pembeli sama-sama berharap agar pemerintah dapat segera mengontrol pasokan, sehingga harga-harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dan terjangkau.
#ambon #bumbu
Baca Juga Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik, Apa Dampaknya Bagi Indonesia? Berikut Fakta-Faktanya di https://www.kompas.tv/ekonomi/584774/trump-berlakukan-tarif-timbal-balik-apa-dampaknya-bagi-indonesia-berikut-fakta-faktanya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/584776/pasca-lebaran-harga-bumbu-dapur-di-ambon-masih-tinggi-akibat-minimnya-pasokan
Kategori
🗞
Berita