JAKARTA, KOMPAS.TV - Dunia langsung bereaksi keras atas kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tiongkok menjadi negara yang paling lantang menyuarakan penolakan. Negeri Tirai Bambu itu bersumpah akan membalas perlakuan Amerika Serikat yang semena-mena mengenakan tarif impor terhadap sejumlah negara.
Sementara itu, Uni Eropa menyebut langkah Trump sebagai pukulan telak bagi ekonomi global. Jepang bahkan menuding Trump secara sadar telah melawan regulasi Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.
Tiongkok bersumpah akan melawan. Eropa mengkritik keras. Jepang menyebut Amerika melanggar aturan. Namun, di tengah riuh respons dunia, Indonesia justru memilih diam.
Mengapa Indonesia tidak mengambil sikap tegas? Kompas Bisnis menanyakan langsung hal ini kepada Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira.
#donaldtrump #impor #indonesia #rupiah
Baca Juga Keterangan Wamendagri Bima Arya soal Retret Kepala Daerah Jilid 2 Usai Lebaran 2025 di https://www.kompas.tv/nasional/584748/keterangan-wamendagri-bima-arya-soal-retret-kepala-daerah-jilid-2-usai-lebaran-2025
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/584761/full-analisis-ahli-dunia-kecam-kebijakan-tarif-trump-mengapa-indonesia-diam
Sementara itu, Uni Eropa menyebut langkah Trump sebagai pukulan telak bagi ekonomi global. Jepang bahkan menuding Trump secara sadar telah melawan regulasi Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.
Tiongkok bersumpah akan melawan. Eropa mengkritik keras. Jepang menyebut Amerika melanggar aturan. Namun, di tengah riuh respons dunia, Indonesia justru memilih diam.
Mengapa Indonesia tidak mengambil sikap tegas? Kompas Bisnis menanyakan langsung hal ini kepada Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira.
#donaldtrump #impor #indonesia #rupiah
Baca Juga Keterangan Wamendagri Bima Arya soal Retret Kepala Daerah Jilid 2 Usai Lebaran 2025 di https://www.kompas.tv/nasional/584748/keterangan-wamendagri-bima-arya-soal-retret-kepala-daerah-jilid-2-usai-lebaran-2025
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/584761/full-analisis-ahli-dunia-kecam-kebijakan-tarif-trump-mengapa-indonesia-diam
Kategori
🗞
Berita