LAMPUNG, KOMPAS.TV - Pelabuhan Bakaheuni-Merak menjadi pelabuhan tersibuk saat masa arus mudik Lebaran.
Salah seorang nakhoda kapal di Pelabuhan Bakaheuni, Kapten Dwi Irianto merelakan momen lebaran bersama keluarga telah dirasakannya sejak tahun 2000.
Awalnya, kehilangan momen ini membuatnya sedih.
Namun perasaan itu kini telah berubah menjadi kebahagiaan, sebab berhasil mengantarkan ribuan pemudik dengan selamat.
Untuk menghilangkan rasa rindu dan menjaga silaturahmi saat lebaran, Kapten Dwi bersama 28 orang kru kapal, biasanya menelepon atau video call dengan keluarga.
Sementara untuk menghadirkan suasana Ramadan di atas kapal, biasanya mereka makan bersama menikmati hidangan khas Lebaran, seperti ketupat dan opor ayam.
Bagi nakhoda dan kru kapal Pelabuhan Bakaheuni dan Merak, hal utama yang harus dilakukan saat bekerja adalah memastikan keamanan dan keceriaan pemudik saat menggunakan kapal ferry melewati selat Sunda.
Di balik sibuknya moda transportasi ini, terdapat para pekerja seperti nakhoda dan kru kapal yang merelakan kebersamaan tanpa keluarga.
Ketika mayoritas umat Muslim sibuk melakukan mudik ke kampung halaman, mereka justru harus siap bekerja mengantarkan para pemudik ke Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera dengan selamat.
Video Editor: Dawud Abdul
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/584367/cerita-nakhoda-kapal-25-tahun-jadi-bang-toyib-saat-lebaran
Salah seorang nakhoda kapal di Pelabuhan Bakaheuni, Kapten Dwi Irianto merelakan momen lebaran bersama keluarga telah dirasakannya sejak tahun 2000.
Awalnya, kehilangan momen ini membuatnya sedih.
Namun perasaan itu kini telah berubah menjadi kebahagiaan, sebab berhasil mengantarkan ribuan pemudik dengan selamat.
Untuk menghilangkan rasa rindu dan menjaga silaturahmi saat lebaran, Kapten Dwi bersama 28 orang kru kapal, biasanya menelepon atau video call dengan keluarga.
Sementara untuk menghadirkan suasana Ramadan di atas kapal, biasanya mereka makan bersama menikmati hidangan khas Lebaran, seperti ketupat dan opor ayam.
Bagi nakhoda dan kru kapal Pelabuhan Bakaheuni dan Merak, hal utama yang harus dilakukan saat bekerja adalah memastikan keamanan dan keceriaan pemudik saat menggunakan kapal ferry melewati selat Sunda.
Di balik sibuknya moda transportasi ini, terdapat para pekerja seperti nakhoda dan kru kapal yang merelakan kebersamaan tanpa keluarga.
Ketika mayoritas umat Muslim sibuk melakukan mudik ke kampung halaman, mereka justru harus siap bekerja mengantarkan para pemudik ke Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera dengan selamat.
Video Editor: Dawud Abdul
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/584367/cerita-nakhoda-kapal-25-tahun-jadi-bang-toyib-saat-lebaran
Kategori
🗞
Berita